Translate

Showing posts with label Berita Birokrat. Show all posts
Showing posts with label Berita Birokrat. Show all posts

Awas Polisi Doyan Pungli, Segera Dimutasikan

Monday, January 14, 2013

SEMARANG, MESANINT -- Seluruh anggota kepolisian di bagian pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Unit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang dimutasi oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Irjen Pol Didiek Sutomo Tri Widodo. Mereka dipindahkan ke sejumlah bagian lain di lingkungan Polda Jawa Tengah.

Jumlah anggota bagian pengurusan SIM yang dimutasi yakni 3 perwira pertama dengan pangkat Ipda hingga AKP dan 33 bintara dengan pangkat Aiptu hingga Briptu. Hal ini dilakukan menyusul adanya dugaan pungutan liar dengan cara menaikkan tarif harga penerbitan SIM yang tidak sesuai aturan. Diduga calo-calo yang membanderol harga tinggi ada kerjasama dengan anggota.

Diketahui, calo SIM menaikkan tarif 2 hingga 3 kali lipat dari tarif yang ditetapkan. Seperti halnya biaya pembuatan SIM A sebesar Rp 400 ribu dan SIM C sebesar Rp 300 ribu. Bahkan ada juga pemohon SIM yang mengaku harus mengeluarkan uang hingga Rp 600 ribu.

Sedangkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 50 tahun 2010 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), biaya pembuatan SIM A hanya Rp 120 ribu dan SIM C Rp 100 ribu. Didiek mengatakan, tindakan tegas tersebut sebagai peringatan bagi seluruh Satlantas di wilayah hukumnya agar tidak sembarangan menerbitkan SIM. Hal itu ungkapnya merupakan upaya memberantas praktik pungli ataupun calo SIM. Dalam menggantikan tugas pelayanan SIM di Satlantas Polrestabes Semarang, sementara akan dilakukan Direktorat Lalu Lintas.

"Seluruhnya di bagian SIM Polrestabes Semarang sudah dicopot, keputusan lewat telegram sudah keluar dan saya tandatangani pada Jumat (11/1/2013) sore," katanya di Mapolda Jawa Tengah, Senin (13/1/2013).
Ia menambahkan penyelidikan terkait dugaan pungli terus dilakukan. Jika nantinya ditemukan bukti keterlibatan perwira, ia mengatakan akan ada penindakan.

"Sebelumnya Kapolres Boyolali saya copot karena dugaan pungli, jauh-jauh hari sudah saya tegaskan agar semua anggota tidak main-main dengan pelayanan SIM," tandasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djihartono mengatakan, mutasi didasarkan pada keputusan Kapolda dengan nomor Kep/07/I/2013 tertanggal 11 Januari 2013. Menurutnya, hal itu merupakan respons dari adanya keluhan masyarakat yang masuk. Ia menegaskan hal ini tidak akan mengganggu pelayanan SIM, sebab pelayanan langsung diurus oleh personel yang layak menempati posisi tersebut.

"Terima kasih juga pada masyarakat yang selalu berupaya membuat kami lebih baik dengan memberikan informasi," ujarnya.

Berdasarkan surat keputusan, tiga perwira yang dimutasi masing-masing AKP H Baihaqi NRP 6308002 selaku Kepala Unit Regident Satlantas Polrestabes Semarang, dipindahkan ke Pama Polda Jateng. Posisinya digantikan AKP Budiyono NRP 78080097 yang sebelumnya bertugas di Polda Jateng.
Kemudian Iptu Sigit Sugiharto selaku Kasubnit I Unit Regident Satlantas Polrestabes Semarang dimutasikan sebagai Pama Direktorat Sabhara (Dit Sabhara) Polda Jawa Tengah. Sedangkan yang ketiga yakni Ipda Fifin Fariyani yang juga dimutasi sebagai Pama di Dit Sabhara Polda Jawa Tengah dan sebelumnya menjabat Kasubnit II Unit Regident Satlantas Polrestabes Semarang.
Sedangkan 33 bintara dimutasi ke sejumlah Direktorat di Polda Jateng. Seperti di Dit Sabhara, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pam Obvit) hingga Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair).





Sumber: Kompas.com
Redaktur: Mesanint
Continue Reading | comments

Fokus Memandang Roy Suryo Kemenpora RI Baru

Saturday, January 12, 2013


Foto AntaraNews
Roy Suryo diangkat menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Pengangkatan itu diumumkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat 11 Januari 2013. Mesanint kutip dari laman VIVAnews. Terkejut lantaran kader Partai Demokrat itu dianggap tidak mempunyai akar olahraga. Roy adalah seorang pakar telematika. Dibenak sejumlah kalangan, dia lebih dikenal sebagai pakar yang mampu menganalisa apakah sebuah video asli atau palsu belaka. 

Padahal Kemenpora itu adalah salah pusat kebanggan negeri ini, yang dalam beberapa tahun belakangan menjadi salah satu titik terlemah dalam pemerintah SBY. Ada kasus korupsi Hambalang yang melibatkan banyak politisi Partai Demokrat, prestasi sepakbola yang turun, kisruh dalam tubuh PSSI yang tak kunjung usai yang menyebabkan kita terancam sanksi FIFA. Dan banyak orang mempertanyakan, mengapa Presiden SBY mengirim seorang Roy Suryo di tengah sejumlah soal yang teramat berat itu.

Tapi mungkin ada baiknya jangan berburuk sangka dulu. Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, meminta publik agar jangan meremehkan calon Menpora yang baru ini. Dia, kata Sudi, telah melewati uji kelayakan dan kepatutan. Dari sekian banyak kandidat -- banyak juga ahli olahrga -- pakar telematika ini yang "cakap". Publik, katanya, jangan melihat dari tampangnya tapi lihat nanti hasil kerjanya.

Sudi mungkin menjawab kelakar sejumlah kalangan di media sosial seperti Twitter dan Facebook bahwa Roy menjadi Menpora lantaran berkumis seperti para Menpora sebelumnya. Dari Menpora pertama, Wikana, Hayono Isman, Adyaksa Dault dan Andi Mallarangeng.

Tentu saja Roy jadi Menpora bukan karena kumis itu. Dalam pidato pengumuman di Istana Negara, SBY menegaskan Roy memiliki integritas. “Setelah mendengar pertimbangan Wakil Presiden dan pejabat lain, serta menjaring masukan masyarakat, saya mengangkat Drs. Roy Suryo Notodiprojo sebagai Menpora. Saya pandang yang bersangkutan cakap untuk mengemban tugas. Saya juga menimbang integritas untuk menunjuk Menpora. Saya telah melakukan interview dan fit and proper test didampingi Wapres. Maka saya memutuskan Roy Suryo untuk menggantikan Andi Mallarangeng,” kata SBY.

SBY langsung memberi tiga tugas penting untuk Roy Suryo sebagai Menpora baru. Pertama, melakukan konsolidasi di internal Kementerian Pemuda dan Olahraga “Mengingat ada permasalahan berkaitan dengan lingkup dan tugas wilayah Kemenpora yang terus menjadi perhatian publik dan sedang proses di KPK, yaitu kasus Hambalang.”

Untuk itu SBY menginstruksikan Menpora baru untuk mengkonsolidasikan jajarannya guna menjalankan tugas dengan baik. Kedua, melanjutkan prestasi yang telah diraih oleh Menpora sebelumnya, Andi Mallarangeng. “Untuk kembali berjaya dalam SEA Games, di mana yang sejak tahun 1997 itu tidak bisa dilakukan, tahun 2012 bisa diraih. Itu harus kita jaga,” kata SBY.

Ketiga, bekerja sama dengan Komite Olahraga Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk segera mengakhiri masalah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Roy Suryo sendiri sudah mengetahui ketiga tugas penting ini ketika ia diwawancarai oleh Presiden SBY.

“Sesuai harapan Bapak Presiden, ada tiga poin penting yang menjadi prioritas saya, yaitu membenahi internal dan eksternal Kemenpora, menjaga prestasi olahraga, dan menyelesaikan dualisme dalam olahraga persepakbolaan kita,” kata Roy Suryo di Istana Negara, beberapa saat sebelum diumumkan sebagai Menpora.

Roy mengakui banyak masyarakat yang tidak percaya bahwa dia mampu mengemban amanah sebagai Menpora. “Ini bukan jabatan mudah. Saya tahu masyarakat menaruh harapan rendah pada saya karena saya tidak berlatar belakang olahagawan dan saya bukan tokoh pemuda yang menonjol,” kata dia.

Roy mengatakan, ia sudah menyampaikan langsung kepada SBY bahwa tugas ini berat dan bukan kompetensi dia yang sebenarnya. “Maka izinkanlah saya mengajak rekan-rekan masyarakat untuk bersama-sama membenahi semua ini,” ujarnya.

Latar belakang Roy Suryo memang jauh dari dunia olahraga. Di Partai Demokrat, Roy mengurusi bidang komunikasi dan informatika. Di Komisi I DPR, dia mengurusi bidang pertahanan, luar negeri, intelijen, komunikasi, dan informatika. Selama ini, Roy Suryo memang identik dengan dunia informatika.

Ia kerap menjadi pembicara, narasumber, bahkan saksi ahli di pengadilan untuk bidang teknologi informasi, fotografi, dan multimedia. Namun sesungguhnya Roy juga tak punya latar belakang pendidikan formal di bidang informatika. Ia lulusan Ilmu Komunikasi UGM. Meski demikian, Roy sempat mengajar fotografi selama beberapa semester di UGM, dan pernah mengajar di Jurusan Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia.

Susilo Siswoutomo

Presiden SBY juga menunjuk Susilo Siswoutomo sebagai Wakil Menteri ESDM menggantikan Rudi Rubiandini yang diangkat menjadi Kepala Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas). “Susilo Siswoutomo memiliki pengalaman yang panjang di bidang migas,” kata SBY.

SBY mengatakan, permintaan energi meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, baik listrik maupun bahan bakar. Oleh karena itu, perlu kepastian manajemen jangka menengah dan jangka panjang guna mencukupi kebutuhan itu.

Susilo pun diminta meningkatkan investasi di bidang migas. “Saya berulang kali mengundang perusahaan dalam negeri, utamanya Pertaminam untuk meningkatkan investasi dalam negeri. Karena belum cukup, maka saya mengundang investasi dari negara sahabat yang sudah dilakukan sejak zaman Indonesia merdeka,” kata SBY.

Susilo Siswoutomo merupakan Staf Ahli Menteri ESDM. Ia juga menjabat sebagai Kepala Pengawas Proyek Inpex di Blok Masela untuk SK Migas. Lulusan ITB ini sudah 30 tahun lebih malang-melintang di dunia energi.

Rudi Rubiandini

Rudi memang bukan wajah baru di kabinet. Namun ia ditunjuk untuk mengisi posisi baru dari Wamen ESDM menjadi Kepala SK Migas. SK Migas ini adalah struktur untuk menghindari kekosongan pengaturan usaha migas setelah Mahkamah Konstitusi membubarkan BP Migas.

Selama ini Kepala SK Migas dirangkap jabatan oleh Menteri ESDM Jero Wacik. “Setelah saya telaah dari berbagai aspek, saya putuskan tak tepat kalau kepala SK Migas itu dirangkap oleh Menteri ESDM," ujar SBY. Menurutnya, SK Migas harus menjadi lembaga eksekutif tersendiri yang menjalankan tugasnya secara profesional, akuntabel, transparan.

“Yang bisa diaudit sehingga tak ada penyimpangan apapun dalam mengatur usaha hulu minyak dan gas bumi serta mengelola aset besar,” kata SBY. Oleh karena itu ia memutuskan untuk menunjuk Rudi Rubiandini untuk menjadi Kepala SK Migas itu setelah melalui tahapan wawancara dan uji kepatutan.

“Kami pastikan orang ini betul-betul kredibel, akuntabel, dan  bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Maka saya  tetapkan Profesor Rudi Rubiandini menjadi kepala SK Migas,” kata SBY.

Rudi sebelumnya pernah bertugas di BP Migas selama tiga tahun. Oleh karena itu SBY menilai Rudi telah mengetahui apa yang akan menjadi tanggung jawab dan tugasnya sebagai Kepala SK Migas.
Presiden SBY akan melantik ketiga pejabat tersebut pekan depan. "Insya Allah Selasa depan saya lantik dan mereka bisa mengawali tugas-tugasnya," kata SBY menutup konferensi persnya.

Sumber: VivaNews.com
Reporter: SS
Redaktur: Mesanint
 
Continue Reading | comments

13 Jenderal Polri Pensiun Akhir November 2012

Wednesday, November 21, 2012



JAKARTA, (PRLM).- Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mencatat setidaknya pada akhir November ada 13 jenderal polisi yang memasuki masa pensiun. Dua di antaranya berpangkat Komisaris Jenderal dengan jabatan strategis, yakni Kabaintelkam Mabes Polri yakni Komisaris Jenderal Pratiknyo dan Kepala Badan Narkotika Nasional Komisaris Jenderal Gories Mere.

"Yang menarik mutasi kali ini menjadi langkah awal untuk mempersiapkan calon Kapolri pasca Timur Pradopo. Langkah selanjutnya Maret 2013 saat Irwasum Komisaris Jenderal Fajar Prihantoro pensiun," ucap Neta kepada "PRLM" di Jakarta, Selasa (20/11/12).

Berkaitan dengn itu IPW berharap Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi Polri segera mempersiapkan kader-kader yaang punya integritas dan kapabilitas untuk menduduki posisi strategis tersebut, terutama posisi Kabaintelkam dan Kepala BNN. Sehingga, kata dia, proses penggantian Kapolri berlangsung alamiah sesuai jenjang karir dan tidak "dikarbit".

Dari pendataan IPW, ada empat calon kuat untuk menempati posisi Kabaintelkam, yakni Inspektur Jenderal (Irjen) Mudji Waluyo, Irjen Didiek S Triwidodo, Irjen Totoy H Indra, dan Irjen Suparni Parto S. Sedangkan untuk Kepala BNN calon kuatnya, Irjen Budi Gunawan, Komisaris Jenderal Oegroseno, dan Irjen Badrodin Haiti.

"Jika Budi Gunawan atau Haiti naik bintang tiga, peluangnya menjadi Kapolri makin terbuka. Saingan beratnya nanti adalah perwira tinggi. (pati) yang menggantikan posisi Fajar di Irwasum dan Pati yang gantikan Imam Sudjarwo di Baharkam pada 2013 mendatang. Sepertinya, persaingan ketat untuk "memperebutkan" posisi Kapolri mendatang adalah antara Akpol 82, 83, dan 84," ucapnya.

Ia menambahkan, sedangkaan jenderal Polri yang pensiun di bulan Desember ini beberapa di antaranya menduduki posisi strategis. Mereka adalah Komjen Gories Merre, Irjen Bigman L Tobing, dan Brigadir Jenderal Rustam Effendi (Akpol 76). Komjen Pratiknyo dan Irjen Edi Kusuma Wijaya (Akpol 77). Brigjen Erlangga Sutan Lubis, Brigjen Sugeng Heryanto, Brigjen Sjahrul Zainal, Brigjen Gatot Sunaryo, dan Brigjen MH Thamrin (Akpol 78). Brigjen Deddy Soeryadi (Akpol 80). Brigjen Sudarsono dan Brigjen Syamsul Rizal (Akpol 81).

"Dalam melakukan mutasi posisi strategis ini IPW berharap, Polri jangan mau diintervensi kalangan partai politik," ucapnya. (A-194/A-88)

Continue Reading | comments

Liputan Cirebon

Berita Nasional

Internasional

Mesanint Grup Santosa Innovation. Powered by Blogger.
 
Supported by : Santosa Innovation | Terminal Air Budiraja Mertasinga - Cirebon
Copyright © 2013. Mesanint - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger